New Posting

Minggu, 06 Maret 2011

Belajar Menulis Feature

Nafkah Tetap Halal Meskipun Kedua Tangan Tak Sempurna

Waktu menunjukkan pukul 22.00 malam Sabtu (26/2), Zainal Abidin (45) memasuki lorong purnawirawan Simpang IV berada tepat di kawasan rumah nya. Pria ini pun tiba di rumah setelah seharian mencari nafkah sebagai pencari kotak telur bekas. Wajahnya yang kusam, dan tampak lelah pun selalu terlihat ketika setibanya dirumah.
Bukan lah Zainal namanya jika ia hanya diam dirumah dengan mengharap belas kasihan orang lain. Kedua tangan yang tak sempurna, tidak menghentikan niat nya dalam mencari nafkah yang halal bagi keluarga nya sendiri. Tangan sebelah kanan nya tidak ada, tepat nya dari telapak tangan sampai ke sikunya. Walaupun keadaan untuk mencari nafkah tidak berpihak kepadanya, niat untuk bermalas-malasan tidak pernah muncul di benak nya.
Setiap hari mulai dari pukul 6.30 pagi, dengan becak mesin yang sudah di modifikasi, seperti gas penyetir nya di pindahkan ke setir sebelah kiri, dan tali yang diikat disebelah kanan untuk penyeimbangnya yang digunakan dengan kaki kanan nya. Pria ini telah meninggalkan rumah nya untuk pergi mencari kotak telur bekas dari satu kedai ke kedai lainnya, diseputaran kota Lhokseumawe, terkadang Kota Bireuen pun sampai ia singgahi. Yang kemudian kotak telur bekas tersebut akan dijualnya kembali kepada distributor kotak telur bekas.
Beban yang dipikul Zainal tidak lah sedikit. Ia harus menafkahi ke lima anak nya hasil dari pernikahannya dengan Kasiah (47). Istri nya pun cacat di bagian kakinya, kaki kanannya pincang sehingga menyulitkannya untuk berjalan.
Ketidaksempurnaan tidak membuat putra putri Zainal putus sekolah. Putri pertama Zainal kini telah mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Universitas Malikussaleh, sedangkan adik-adik nya masih menempuh sekolah SMA dan SMP.
“Alhamdulillah, saya masih bisa mencari nafkah yang halal bagi keluarga saya, anak-anak saya nanti semoga bisa menjadi anak-anak yang berguna bagi dirinya sendiri dan juga orang lain,” ujar Zainal. Pendapatan yang tidak menentu, sering membuat Zainal kebingungan. Hasil yang ia dapatkan terkadang Rp 80.000, terkadang juga kurang dari itu.
“Mencari nafkah seperti ini memang melelahkan, karena kondisi saya pun tidak sempurna. Tetapi kalau kita sabar dan tabah, serta selalu tawakal kepada Allah, pastinya rezeki pun akan Allah berikan. Meskipun sedikit, tapi nafkah yang saya berikan halal. Dan tidak dengan cara meminta-minta,” ucap Zainal sembari tersenyum walaupun lelah diwajahnya tak terbendung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar