Ratna Fattah
New Posting
Jumat, 05 April 2013
Duit dan Uang Sama Saja..
Siapa pemilik uang saat ini?
Kenapa aku lapar?
Kenapa aku tidak ada pakaian?
Kenapa aku tidak ada sepatu?
Kenapa aku tidak tidak ada pekerjaan?
Kenapa aku tidak memiliki mobil?
Karena aku tidak punya uang!
Siapa pemilik uang saat ini?
Aku ingin bertemu..
Minta uang Sepuluhribu..
Untuk beli beras Sebambu, agar aku tidak lapar..
Minta uang Seratusribu..
Untuk beli pakaian, agar aku terlihat keren..
Minta uang Satujuta..
Untuk beli Sepatu, agar aku terlihat Machuu (Macho)..
Minta uang Limapuluhjuta..
Untuk beli pekerjaan, agar aku bisa bekerja..
Minta uang Seratusjuta..
Untuk beli mobil Avanza, agar bisa zalan zalan..
Ohh ngimpikk :D
Uang dan Duit itu sama saja, sama sama objek ngimpik jadi kaya..
Mintaaa uangggg..
Mintaaa duitttttttt..
Jumat, 31 Agustus 2012
CURHAT RAMADHAN 2012
Hola... Cómo están todos ustedes? ( lagi belajar bahasa Spain )... :D
ini Ramadhan ke 10.. di Aceh, panas.. tapi harus disyukuri, karena ini juga sebagian dari nikmat yang ALLAH beri..
sudah lama tidak menulis, :)
blog pun sudah lama tidak di update..
jadi, untuk hari ini.. ada sedikit cerita.. mugkin bisa dijadikan pembelajaran juga ataupun motivasi :)
semalam, saya membuat Broadcast ttg perkara berjilbab dan perkara perilaku yang selalu menjadi momok bagi setiap orang, karena suatu pandangan yang membuat dua perkara berbeda ini, menjadi satu..
ini isinya Broadcast saya :
Mohon dibaca, mungkin ada barangkali salah satu dari kita yang belum memahami.. antara perkara berhijab dan perkara perilaku/akhlak yang seharusnya tdk dcampur adukan.. Mohon maaf jika rara ada salah2 kata.. :D Rabbighfirli..Bismillahirrahmaanirahiim..
Oleh: Syaikh Falah bin Isma’il al-Mandakar hafidzohulloh
Pertanyaan: Aku adalah seorang gadis berusia 14 tahun, aku ingin mengenakan hijab akan tetapi ada teman-temanku yang mengenakan hijab tapi perilakunya kurang baik, dan akhlak mereka membuatku tidak menyukai hijab, apa yang seharusnya aku lakukan?
Jawaban:
بسم الله والحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه وبعد
Hijab adalah suatu perkara dan akhlak wanita yang mengenakan hijab adalah perkara lain, maka janganlah dicampur-adukkan. Hijab yang syar’i adalah perintah Allah azza wa jalla, sedangkan jika engkau melihat akhlak yang buruk dari para wanita yang mengenakan hijab, maka tidak ada hubungannya dan tidak ada kaitannya antara akhlak orang yang mengenakan hijab dengan perintah hijab dari nash kalamulloh dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.Maka keburukan akhlak mereka tidak ada hubungannya denganmu, bahkan kenakanlah hijab dan tampakkanlah akhlak yang baik dan muamalah yang baik, insyaAllah engkau akan menjadi contoh yang baik dalam memberi hidayah dan petunjuk kepada saudari-saudarimu yang mengenakan hijab itu kepada akhlak yang baik.Dan yang perlu engkau perhatikan pertama kali adalah menerima perintah Allah dan Rasul-Nya serta mengharapkan ganjaran dalam mengenakan hijab dan mengamalkan perintah tersebut dalam pakaian, akhlak & perilaku, ibadah, dan aqidah seluruhnya.Semoga Allah memberikan taufiq kepada semua.***Diterjemahkan dari website Syaikh Falah bin Isma’il al-Mandakar hafidzohulloh
selanjutnya, ada yang berkomentar sprti ini :
" Berpakaian sopan tanpa hijab juga tdk masalah kan?krn bagi saya berhijab itu pribadi" katanya.
"kalau masalah itu yang saya tau, sebagai umat muslim wajib menutup aurat..yg namanya wajib berarti Harus. Tetapi ketika brpakaian sopan tanpa berhijab sudah mnjadi suatu pilihan, saya tdk bs memaksakan. Cuma bs mengingatkan."ucapku.
"iya, tapi sama saja kan, klu brhijab tpi akhlak nya ga bener, percumaa".balasnya.
"jadi intinya gini, menurut analisis saya.. Berhijablah, krn itu wajib. masalah kelakuan kita, mau baik atau buruk hanya Allah SWT yang wajib menghakimi yg menilai. Tidak ada yg prcuma."ucapku.
"iya, tp saya pnya pandangan sendiri, yang intinya tdk mempermasalahkan wajib or tidak,walaupun dsebut hijab itu wajib. jadi sah2 ajalah kalo brpakaian masi d batas kesopanan. krn saya tdk fanatik trhadap agama,smua baik, tp saya menganut islam. krn negara kita pun bkn negara Islam sprti d Arab".tegasnya.
" :) ". itu jwb terakhirku.
Dari cerita diatas,
Aku belajar,
Aku bersyukur aku dilahirkan di Aceh.. Bukan dipulau lain.
Aku bersyukur, aku diberi keawalan untuk belajar, krn belum terlambat.
Aku bersyukur, aku disamping orang-orang yang mau berbagi.
Aku besyukur, Aku tidak mempunyai ideologi-ideologi yang tertanam dari Bangsa luar untuk kujadikan suatu pemahaman.
Aku bersyukur, Aku tidak paham, krn dari itu aku bisa belajar memahami.
Satu lagiii, Aku bersyukur, Semoga Allah SWT tidak mencabut nikmat ini, Semoga Islam ku, Bukan Islam KTP :D
Alhamdulillaah..
aku akhri yaa, mau bantu ibu menyiapkan menu berbuka.. :)
Gracias!!
Assalamualaikum, wr wb...
Rabu, 01 Juni 2011
resensi :)
Soulmate yang Tepat
Oleh Ratna F. Pradipta ( A ) Kelas Ganjil
Data Buku:
JUDUL : WHY HIM, WHY HER ?
PENULIS : HELEN E. FISHER
PENERBIT : PT UFUK PUBLISHING HOUSE
PENERJEMAH : MEDA H. SATRIO
TEBAL : 501 hal
CETAKAN : PERTAMA, APRIL 2011
ISBN : 978-602-9159-01-1
Sampai saat ini, setiap manusia masih saja dekat kata, dan perasaan yang disebut Cinta. Tapi ketika Anda menghadapi masalah yang timbul dari kisah percintaan itu, apa yang akan Anda lakukan? Sesungguhnya apapun masalah yang dihadapi, bisa diatasi. Jika, timbul niat dari Anda sendiri untuk lebih dekat mengenal siapa diri Anda sebenarnya, baru mengenal lebih dekat tentang siapa diri orang yang akan Anda cintai.
Salah satu factor ketidakcocokan dalam suatu hubungan, karena manusia tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya karakter dirinya sendiri, karakter pasangannya, serta bagaimana cara yang tepat untuk mempertahankan hubungan dengan pasangannya.
Jika Anda merasakan hal seperti ini terjadi pada diri Anda, Penulis Helen E. Fisher, PhD telah menyajikan buku yang berjudul Why Him, Why Her?. Ketika Anda berani untuk berkata Anda mencintai seseorang, sebenarnya sangat dipengaruhi oleh siapakah Anda?.
Helen Fisher membawa kita kedalam sebuah klasifikasi yang utama dari kepribadian seseorang. Contohnya, apakah Anda seorang Penjelajah, apakah Anda seorang Pembangun, apakah Anda seorang Pengarah, atau apakah anda seorang Negosiator?
Dari keempat klasifikasi inilah Helen Fisher mulai membuat suatu penelitian tentang kasus-kasus perjodohan. Penulis tidak hanya mengajak pembaca untuk mengetahui apa, bagaimana karakter dari pembacanya, tetapi pembaca disuguhkan dengan berbagai kasus yang fakta untuk lebih memudahkan pembaca mencerdasi akan apa yang ditulisnya.
Dengan beberapa kuesioner, Anda jadi mengetahui serta memahami karakter seperti apa yang cocok membawa Anda menemukan soulmate yang tepat sepanjang masa. Dan sangat memudahkan terciptanya suatu solusi untuk memecahkan suatu kebuntuan dalam berkomunikasi dengan seseorang yang Anda cintai.
Helen bersama sahabatnya seorang psikolog Jonathan Rich dan Heide Island, melakukan penelitian dengan website Chemistry.com pada Februari 2006 di Amerika Serikat. Dan tes ini bertujuan untuk mengukur profil biologis Anda untuk Dopamin, Serotonin, Testosteron dan Estrogen. Secara tidak langsung Anda pasti memahami maksud dari penelitian ini, mengapa zat-zat yang ada di otak anda mempengaruhi karakter Anda?
Helen fisher menjelaskan bahwa, setiap kepribadian itu dipengaruhi oleh zat-zat yang ada didalam otak manusia. Helen memahami semua ini, karena Helen seorang Anthropolog Biologi yang telah menulis lima buah buku mengenai evolusi dan masa depan dari seks manusia, cinta, perkawinan, perbedaan.
Akan tetapi tidak sedikit kelemahan yang terdapat dalam buku ini, seperti Helen menyetujui bahwa karakter Penjelajah lazim mempunyai anak dari pasangannya yang berbeda. Memang penulis tidak menyarankan perceraian, akan tetapi ada kearifan genetic disini.(hal. 80 ). Dari pernyataan ini tentunya sedikit menggelitik, ketika pembacanya mayoritas beragama muslim. Dan sedikit membingungkan maksud dari adanya kearifan genetic.
Helen Fisher mengatakan, “ Gunakan rahasia-rahasia ini. Akan selalu ada keajaiban dalam cinta. Tetapi, pengetahuan adalah kekuatan. Jika Anda tahu siapa diri Anda, apa yang Anda cari, serta bagaimana Anda dan orang lain mencintai, Anda dapat menangkap keajaiban itu, menemukan dan mempertahankan cinta sejati, serta mewujudkan impian Anda”.
Jadi siapapun Anda, apapun latar belakang hidup Anda, jika Anda merasakan Anda benar-benar ingin mengetahui karakter diri Anda, membaca buku ini sangat membantu Anda. Bahkan rahasia-rahasia ini bisa Anda terapkan untuk menghadapi rekan bisnis Anda.
Ratna F. Pradipta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Univ. Malikussaleh
Oleh Ratna F. Pradipta ( A ) Kelas Ganjil
Data Buku:
JUDUL : WHY HIM, WHY HER ?
PENULIS : HELEN E. FISHER
PENERBIT : PT UFUK PUBLISHING HOUSE
PENERJEMAH : MEDA H. SATRIO
TEBAL : 501 hal
CETAKAN : PERTAMA, APRIL 2011
ISBN : 978-602-9159-01-1
Sampai saat ini, setiap manusia masih saja dekat kata, dan perasaan yang disebut Cinta. Tapi ketika Anda menghadapi masalah yang timbul dari kisah percintaan itu, apa yang akan Anda lakukan? Sesungguhnya apapun masalah yang dihadapi, bisa diatasi. Jika, timbul niat dari Anda sendiri untuk lebih dekat mengenal siapa diri Anda sebenarnya, baru mengenal lebih dekat tentang siapa diri orang yang akan Anda cintai.
Salah satu factor ketidakcocokan dalam suatu hubungan, karena manusia tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya karakter dirinya sendiri, karakter pasangannya, serta bagaimana cara yang tepat untuk mempertahankan hubungan dengan pasangannya.
Jika Anda merasakan hal seperti ini terjadi pada diri Anda, Penulis Helen E. Fisher, PhD telah menyajikan buku yang berjudul Why Him, Why Her?. Ketika Anda berani untuk berkata Anda mencintai seseorang, sebenarnya sangat dipengaruhi oleh siapakah Anda?.
Helen Fisher membawa kita kedalam sebuah klasifikasi yang utama dari kepribadian seseorang. Contohnya, apakah Anda seorang Penjelajah, apakah Anda seorang Pembangun, apakah Anda seorang Pengarah, atau apakah anda seorang Negosiator?
Dari keempat klasifikasi inilah Helen Fisher mulai membuat suatu penelitian tentang kasus-kasus perjodohan. Penulis tidak hanya mengajak pembaca untuk mengetahui apa, bagaimana karakter dari pembacanya, tetapi pembaca disuguhkan dengan berbagai kasus yang fakta untuk lebih memudahkan pembaca mencerdasi akan apa yang ditulisnya.
Dengan beberapa kuesioner, Anda jadi mengetahui serta memahami karakter seperti apa yang cocok membawa Anda menemukan soulmate yang tepat sepanjang masa. Dan sangat memudahkan terciptanya suatu solusi untuk memecahkan suatu kebuntuan dalam berkomunikasi dengan seseorang yang Anda cintai.
Helen bersama sahabatnya seorang psikolog Jonathan Rich dan Heide Island, melakukan penelitian dengan website Chemistry.com pada Februari 2006 di Amerika Serikat. Dan tes ini bertujuan untuk mengukur profil biologis Anda untuk Dopamin, Serotonin, Testosteron dan Estrogen. Secara tidak langsung Anda pasti memahami maksud dari penelitian ini, mengapa zat-zat yang ada di otak anda mempengaruhi karakter Anda?
Helen fisher menjelaskan bahwa, setiap kepribadian itu dipengaruhi oleh zat-zat yang ada didalam otak manusia. Helen memahami semua ini, karena Helen seorang Anthropolog Biologi yang telah menulis lima buah buku mengenai evolusi dan masa depan dari seks manusia, cinta, perkawinan, perbedaan.
Akan tetapi tidak sedikit kelemahan yang terdapat dalam buku ini, seperti Helen menyetujui bahwa karakter Penjelajah lazim mempunyai anak dari pasangannya yang berbeda. Memang penulis tidak menyarankan perceraian, akan tetapi ada kearifan genetic disini.(hal. 80 ). Dari pernyataan ini tentunya sedikit menggelitik, ketika pembacanya mayoritas beragama muslim. Dan sedikit membingungkan maksud dari adanya kearifan genetic.
Helen Fisher mengatakan, “ Gunakan rahasia-rahasia ini. Akan selalu ada keajaiban dalam cinta. Tetapi, pengetahuan adalah kekuatan. Jika Anda tahu siapa diri Anda, apa yang Anda cari, serta bagaimana Anda dan orang lain mencintai, Anda dapat menangkap keajaiban itu, menemukan dan mempertahankan cinta sejati, serta mewujudkan impian Anda”.
Jadi siapapun Anda, apapun latar belakang hidup Anda, jika Anda merasakan Anda benar-benar ingin mengetahui karakter diri Anda, membaca buku ini sangat membantu Anda. Bahkan rahasia-rahasia ini bisa Anda terapkan untuk menghadapi rekan bisnis Anda.
Ratna F. Pradipta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Univ. Malikussaleh
opini :)
KKN atau Koh-Koh Naleung ?
Oleh
Ratna F. Pradipta
Setiap akhir daripada perkuliahan di Universitas apapun, tidak lepas dengan kegiatan program KKN. Tujuannya apa? Program KKN itu sendiri memiliki kepanjangan Kuliah Kerja Nyata. Bagi setiap mahasiswa/i yang mengambil semester akhir, KKN ini wajib mereka ikuti sebagai akhir dari perkuliahan mereka. Namun bagaimana jika KKN diartikan lain? Saya sendiri tidak bermaksud menghilangkan arti sebenarnya dari KKN itu sendiri, tapi istilah Koh-Koh Naleung ( potong-potong rumput ) sering saya dengar dari mereka yang menjalankan program KKN pada waktu itu.
Senin, 23 Mei 2011. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, Lhokseumawe. Saya melihat banyak mahasiswa/i yang menggunakan almamater mereka, mereka pun sibuk membersihkan setiap ruangan kampus, bahkan sampai di halaman luar kampus. Dan ternyata mereka baru saja dilepas oleh rektor dari Universitas Malikussaleh untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata ( KKN ). Tetapi apakah ini yang dinamakan dengan KKN? Saya terheran-heran. Kenapa baru kali ini saya melihat KKN di laksanakan di wilayah Kampus? Bukannya KKN itu anggotanya disebarkan di pelosok-pelosok pedesaan? Saya terus berfikir.
Koh-Koh Naleung
Dengan tema “Green Campus” saya memang melihat semangat yang begitu besar dari para peserta KKN. Mereka begitu antusias dalam membersihkan semak belukar yang ada di Kampus Universitas Malikussaleh. Maklum saja dengan keadaan kampus yang baru saya tempati ini. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, dulunya adalah perumahan dari perusahaan Exxon Mobile. Yang sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini tidak ada yang menempati. Jadi keadaan semak belukarnya pun tumbuh dengan intensitas yang tinggi, akibat dari tidak ada penghuni.
Ketika saya memperhatikan mereka yang sedang membabat semua rumput-rumput liar itu, saya berfikir, “kok seperti kuli dikampus sendiri ya?”. “Apa kampus ini tidak memiliki anggaran khusus, untuk membersihkan dan memperindah keadaannya?”. Aneh memang, mengapa ketika ada Program seperti KKN ini baru pihak kampus menyeru-nyerukan Program “Green Campus”?.
Ketika saya asyik memperhatikan mereka memotong-motong rumput, teman saya menghampiri saya dan berkata “ nye hai, ka koh-koh naleung, kheun KKN nyan yang beutoi!”. Saya pun hanya tersenyum mendengarkan teman saya berkomentar seperti itu.
Apa itu KKN?
Kuliah Kerja Nyata itulah kepanjangan dari KKN. Secara fundamental kegiatan KKN itu bertujuan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena melalui KKN tersebut kita dapat melaksanakan poin tentang pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Pengabdian dalam masyarakat, sebatas yang saya pahami adalah bagaimana kita sendiri bisa ikut berkontribusi langsung di dalam masyarakat tersebut. Mahasiswa diberi kesempatan belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum dalam berkarya. Dengan adanya berbagai kegiatan di desa juga menjadi salah satu berjalannya aktivitas KKN. Tetapi apakah mungkin dan apakah bisa KKN tersebut hanya melakukan kegiatan penghijauan di Kampus? Tanpa berkecimpung langsung dengan anggota masyarakat?
Kembali Ke Dasarnya Saja
Saya mengambil kesimpulan salah satu factor dijalankannya program KKN di Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, adalah inginnya terjadi suatu perombakkan yang luar biasa, terhadap suasana lingkungan kampus. Yang saya rasa sudah seperti hutan belantara. Tetapi alangkah baiknya tidak membebani mahasiswa dengan bungkus-bungkus program KKN. Dan keluarkanlah anggaran yang bisa memperindah kampus ini. Biarkan KKN itu tetap pada arti sesungguhnya, memangnya ada yang ingin KKN itu menjadi Koh-Koh Naleung?
Ratna FP, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Fisip, Universitas Malikussaleh.
Oleh
Ratna F. Pradipta
Setiap akhir daripada perkuliahan di Universitas apapun, tidak lepas dengan kegiatan program KKN. Tujuannya apa? Program KKN itu sendiri memiliki kepanjangan Kuliah Kerja Nyata. Bagi setiap mahasiswa/i yang mengambil semester akhir, KKN ini wajib mereka ikuti sebagai akhir dari perkuliahan mereka. Namun bagaimana jika KKN diartikan lain? Saya sendiri tidak bermaksud menghilangkan arti sebenarnya dari KKN itu sendiri, tapi istilah Koh-Koh Naleung ( potong-potong rumput ) sering saya dengar dari mereka yang menjalankan program KKN pada waktu itu.
Senin, 23 Mei 2011. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, Lhokseumawe. Saya melihat banyak mahasiswa/i yang menggunakan almamater mereka, mereka pun sibuk membersihkan setiap ruangan kampus, bahkan sampai di halaman luar kampus. Dan ternyata mereka baru saja dilepas oleh rektor dari Universitas Malikussaleh untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata ( KKN ). Tetapi apakah ini yang dinamakan dengan KKN? Saya terheran-heran. Kenapa baru kali ini saya melihat KKN di laksanakan di wilayah Kampus? Bukannya KKN itu anggotanya disebarkan di pelosok-pelosok pedesaan? Saya terus berfikir.
Koh-Koh Naleung
Dengan tema “Green Campus” saya memang melihat semangat yang begitu besar dari para peserta KKN. Mereka begitu antusias dalam membersihkan semak belukar yang ada di Kampus Universitas Malikussaleh. Maklum saja dengan keadaan kampus yang baru saya tempati ini. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, dulunya adalah perumahan dari perusahaan Exxon Mobile. Yang sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini tidak ada yang menempati. Jadi keadaan semak belukarnya pun tumbuh dengan intensitas yang tinggi, akibat dari tidak ada penghuni.
Ketika saya memperhatikan mereka yang sedang membabat semua rumput-rumput liar itu, saya berfikir, “kok seperti kuli dikampus sendiri ya?”. “Apa kampus ini tidak memiliki anggaran khusus, untuk membersihkan dan memperindah keadaannya?”. Aneh memang, mengapa ketika ada Program seperti KKN ini baru pihak kampus menyeru-nyerukan Program “Green Campus”?.
Ketika saya asyik memperhatikan mereka memotong-motong rumput, teman saya menghampiri saya dan berkata “ nye hai, ka koh-koh naleung, kheun KKN nyan yang beutoi!”. Saya pun hanya tersenyum mendengarkan teman saya berkomentar seperti itu.
Apa itu KKN?
Kuliah Kerja Nyata itulah kepanjangan dari KKN. Secara fundamental kegiatan KKN itu bertujuan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena melalui KKN tersebut kita dapat melaksanakan poin tentang pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Pengabdian dalam masyarakat, sebatas yang saya pahami adalah bagaimana kita sendiri bisa ikut berkontribusi langsung di dalam masyarakat tersebut. Mahasiswa diberi kesempatan belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum dalam berkarya. Dengan adanya berbagai kegiatan di desa juga menjadi salah satu berjalannya aktivitas KKN. Tetapi apakah mungkin dan apakah bisa KKN tersebut hanya melakukan kegiatan penghijauan di Kampus? Tanpa berkecimpung langsung dengan anggota masyarakat?
Kembali Ke Dasarnya Saja
Saya mengambil kesimpulan salah satu factor dijalankannya program KKN di Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, adalah inginnya terjadi suatu perombakkan yang luar biasa, terhadap suasana lingkungan kampus. Yang saya rasa sudah seperti hutan belantara. Tetapi alangkah baiknya tidak membebani mahasiswa dengan bungkus-bungkus program KKN. Dan keluarkanlah anggaran yang bisa memperindah kampus ini. Biarkan KKN itu tetap pada arti sesungguhnya, memangnya ada yang ingin KKN itu menjadi Koh-Koh Naleung?
Ratna FP, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Fisip, Universitas Malikussaleh.
feature :)
Ketidaksempurnaan Tak Selamanya Tidak Sempurna
Setiap harinya Lukman hanya menggunakan tongkatnya yang lusuh untuk berjalan. Lukman tidak pantang menyerah dengan keadaan yang tidak sempurna yang dialaminya. Tidak perlu bermalas-malasan dengan kondisinya yang seperti ini. Lukman punya semangat yang luar biasa untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Lukman bekerja sehari-hari nya sebagai pemulung barang-barang bekas. Kakinya yang cacat tidak mematahkan semangatnya mencari nafkah. Di tengah teriknya matahari, lukman selalu berkeliling di kampung-kampung dekat dengan rumahnya. Jalan Purnawirawan, Simpang Empat, Lhokseumawe, Aceh. Banyak anak-anak yang kehidupannya tidak mampu di dekat rumahnya, yang diajak Lukman mencari barang bekas, tapi dengan syarat harus sepulang dari sekolah. Dan mendapatkan izin dari orang tua si anak.
Melihat kegigihan Lukman yang bekerja keras di tengah teriknya matahari. Membuat banyak warga di sekitar di dekat rumahnya, kagum dengan apa yang di lakukan Lukman. Menurut salah seorang warga yaitu Salahudin (40) mengatakan, “Lukman orang yang pantang menyerah, dia tidak mau meminta-minta seperti kebanyakkan orang-orang cacat pada umumnya. Yang saya lihat dia selalu punya tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya.” Ujar Salahudin (31/5).
Kaki Lukman tidak sempurna, kaki sebelah kanannya tidak terbentuk dengan wajar. Layaknya bola kecil yang ada di kaki sebelah kanan Lukman. Dan ketidaksempurnaan ini yang membuat Lukman berjalan tidak sempurna. Uci sang istri selalu setia menemani suaminya. Sudah 17 tahun mereka membina rumah tangga. Uci juga mengalami cacat di matanya.
Sehingga penglihatannya tidak sempurna. Walaupun begitu, Uci tidak mau bermalas-malasan dirumah, Uci pun ikut membantu suaminya. Dan dari pernikahan mereka, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Habibi. Yang sekarang duduk di sekolah menengah atas ( SMA ). Habibi pun memiliki cacat di mata nya, sehingga ketika dia melihat orang, harus menadahkan tinggi-tinggi wajahnya. Habibi pun sangat sering membantu ayahnya ketika harus mencari barang-barang bekas dan dijual kembali ke agen-agen barang bekas.
Kini, sekian lama bergelut di dunia pencarian barang bekas. Lukman merasakan hal yang lebih sempurna di hidupnya. Lukman sukses menjadi seorang agen distributor barang-barang bekas. Berkat kegigihannya dan rajinnya Lukman menyisihkan sedikit rezekinya untuk di tabung. Sekarang Lukman hanya berada dirumah, tidak sedikit mobil-mobil truk besar pengangkut barang bekas berdatangan ke rumahnya. Untuk mengangkut barang-barang bekas tersebut.
“Saya memang tidak sempurna. Tapi saya rasa ketidaksempurnaan ini, tidak selamanya tidak sempurna. Alhamdullillah Allah SWT masih sayang sama saya, juga keluarga saya. Walaupun cacat, saya tidak mau bermalas-malasan dan hanya mengharap belas kasihan orang lain.” ucap Lukman sembari tersenyum walaupun lelah di wajahnya tak terbendung.
Setiap harinya Lukman hanya menggunakan tongkatnya yang lusuh untuk berjalan. Lukman tidak pantang menyerah dengan keadaan yang tidak sempurna yang dialaminya. Tidak perlu bermalas-malasan dengan kondisinya yang seperti ini. Lukman punya semangat yang luar biasa untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Lukman bekerja sehari-hari nya sebagai pemulung barang-barang bekas. Kakinya yang cacat tidak mematahkan semangatnya mencari nafkah. Di tengah teriknya matahari, lukman selalu berkeliling di kampung-kampung dekat dengan rumahnya. Jalan Purnawirawan, Simpang Empat, Lhokseumawe, Aceh. Banyak anak-anak yang kehidupannya tidak mampu di dekat rumahnya, yang diajak Lukman mencari barang bekas, tapi dengan syarat harus sepulang dari sekolah. Dan mendapatkan izin dari orang tua si anak.
Melihat kegigihan Lukman yang bekerja keras di tengah teriknya matahari. Membuat banyak warga di sekitar di dekat rumahnya, kagum dengan apa yang di lakukan Lukman. Menurut salah seorang warga yaitu Salahudin (40) mengatakan, “Lukman orang yang pantang menyerah, dia tidak mau meminta-minta seperti kebanyakkan orang-orang cacat pada umumnya. Yang saya lihat dia selalu punya tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya.” Ujar Salahudin (31/5).
Kaki Lukman tidak sempurna, kaki sebelah kanannya tidak terbentuk dengan wajar. Layaknya bola kecil yang ada di kaki sebelah kanan Lukman. Dan ketidaksempurnaan ini yang membuat Lukman berjalan tidak sempurna. Uci sang istri selalu setia menemani suaminya. Sudah 17 tahun mereka membina rumah tangga. Uci juga mengalami cacat di matanya.
Sehingga penglihatannya tidak sempurna. Walaupun begitu, Uci tidak mau bermalas-malasan dirumah, Uci pun ikut membantu suaminya. Dan dari pernikahan mereka, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Habibi. Yang sekarang duduk di sekolah menengah atas ( SMA ). Habibi pun memiliki cacat di mata nya, sehingga ketika dia melihat orang, harus menadahkan tinggi-tinggi wajahnya. Habibi pun sangat sering membantu ayahnya ketika harus mencari barang-barang bekas dan dijual kembali ke agen-agen barang bekas.
Kini, sekian lama bergelut di dunia pencarian barang bekas. Lukman merasakan hal yang lebih sempurna di hidupnya. Lukman sukses menjadi seorang agen distributor barang-barang bekas. Berkat kegigihannya dan rajinnya Lukman menyisihkan sedikit rezekinya untuk di tabung. Sekarang Lukman hanya berada dirumah, tidak sedikit mobil-mobil truk besar pengangkut barang bekas berdatangan ke rumahnya. Untuk mengangkut barang-barang bekas tersebut.
“Saya memang tidak sempurna. Tapi saya rasa ketidaksempurnaan ini, tidak selamanya tidak sempurna. Alhamdullillah Allah SWT masih sayang sama saya, juga keluarga saya. Walaupun cacat, saya tidak mau bermalas-malasan dan hanya mengharap belas kasihan orang lain.” ucap Lukman sembari tersenyum walaupun lelah di wajahnya tak terbendung.
Selasa, 10 Mei 2011
semester 6
Semester 6 Komunikasi
Awal februari adalah awal perkuliahan mahasiswa komunikasi untuk semester 6. Seperti biasa ada dosen baru, maupun dosen lama yang mengajarkan mata perkuliahan yang berbeda. Tapi tetap saja dengan fasilitas yang tidak memadai. Dan teman-teman pun ada yang masih sekelas dan tidak.
Masih teringat jelas, ketika semua mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Produksi Siaran TV, di tanyakan oleh seorang Dosen yang baru Kami kenal bernama Zainal Bakri. Bapak Zainal menanyakan “ Kalian semua pasti tau Rana pada kamera kan?”. Semua mahasiswa hanya diam, karena tidak tahu apa yang dimaksud dengan bapak Zainal. Dengan wajah kecewa pak Zainal pun hanya bisa diam. Dan hanya bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi sebuah tugas.
Mahasiswa pun tidak sepenuhnya diam. Karena apa? Ketidaktahuan sebagian mahasiswa bukan hanya dikarenakan mahasiswa tersebut pasif. Tapi salah satu factor akan kekurangan fasilitas menjadi hal yang paling ditakuti.
Contohnya seperti sekarang, disemester 6 ini. Semua mahasiswa dituntut aktif di lapangan ketika mengikuti mata perkuliahan Produksi Siaran TV. Tapi factor kekurangan fasilitas menjadi hambatan bagi mahasiswa yang belajar.
Pihak-pihak kampus pun tidak terlalu memperdulikan fasilitas yang minim ini. Semester 6, salah satu semester di ilmu Komunikasi yang menuntut mahasiswa, untuk banyak melakukan praktek di lapangan. Tapi apa daya, sarana fasilitas nya tidak mendukung.
Kampus ku tercinta, majulah engkau dengan semangat mahasiswa yang selalu berjuang, walaupun engkau sedikit tidak layak menjadi tempat menuntut ilmu kami..
Awal februari adalah awal perkuliahan mahasiswa komunikasi untuk semester 6. Seperti biasa ada dosen baru, maupun dosen lama yang mengajarkan mata perkuliahan yang berbeda. Tapi tetap saja dengan fasilitas yang tidak memadai. Dan teman-teman pun ada yang masih sekelas dan tidak.
Masih teringat jelas, ketika semua mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Produksi Siaran TV, di tanyakan oleh seorang Dosen yang baru Kami kenal bernama Zainal Bakri. Bapak Zainal menanyakan “ Kalian semua pasti tau Rana pada kamera kan?”. Semua mahasiswa hanya diam, karena tidak tahu apa yang dimaksud dengan bapak Zainal. Dengan wajah kecewa pak Zainal pun hanya bisa diam. Dan hanya bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi sebuah tugas.
Mahasiswa pun tidak sepenuhnya diam. Karena apa? Ketidaktahuan sebagian mahasiswa bukan hanya dikarenakan mahasiswa tersebut pasif. Tapi salah satu factor akan kekurangan fasilitas menjadi hal yang paling ditakuti.
Contohnya seperti sekarang, disemester 6 ini. Semua mahasiswa dituntut aktif di lapangan ketika mengikuti mata perkuliahan Produksi Siaran TV. Tapi factor kekurangan fasilitas menjadi hambatan bagi mahasiswa yang belajar.
Pihak-pihak kampus pun tidak terlalu memperdulikan fasilitas yang minim ini. Semester 6, salah satu semester di ilmu Komunikasi yang menuntut mahasiswa, untuk banyak melakukan praktek di lapangan. Tapi apa daya, sarana fasilitas nya tidak mendukung.
Kampus ku tercinta, majulah engkau dengan semangat mahasiswa yang selalu berjuang, walaupun engkau sedikit tidak layak menjadi tempat menuntut ilmu kami..
Kamis, 14 April 2011
my profile " My name is rara "
" i'll spread my wings then i'll learn how to fly..
i'll do i'll the takes, till i touch the sky..
make a wish, take a change.. and breakaway.."
Aku salah satu Mahasiswi di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe ( Aceh ). Sekarang aku sudah 6 semester kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, fakultas Fisipol ( sebentar lgi selesai.. ^^ ). Harapan nya semoga aku bisa lanjutin S2.. Amin..
"AHMAD REFKI BENTARA",he's very special in my life.. dia sumber inspirasi ku.. so, selamat datang di blog ku..
salam hangat untuk kedua orang tua ku..
juga orang-orang yang selalu memberi motivasi kepada ku..
" i'll do my best "
i'll do i'll the takes, till i touch the sky..
make a wish, take a change.. and breakaway.."
Aku salah satu Mahasiswi di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe ( Aceh ). Sekarang aku sudah 6 semester kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, fakultas Fisipol ( sebentar lgi selesai.. ^^ ). Harapan nya semoga aku bisa lanjutin S2.. Amin..
"AHMAD REFKI BENTARA",he's very special in my life.. dia sumber inspirasi ku.. so, selamat datang di blog ku..
salam hangat untuk kedua orang tua ku..
juga orang-orang yang selalu memberi motivasi kepada ku..
" i'll do my best "
Langganan:
Postingan (Atom)



