New Posting

Selasa, 05 April 2011

opini " Mereka Sang Pemimpin? "

Mereka Sang Pemimpin?
Oleh
Ratna F. Pradipta
”Mereka yang akan berlaga di event itu, setidaknya orang-orang yang peka terhadap lingkungan kampusnya. Pintar, kritis, punya motivasi, punya mimpi dan cekatan. Visi dan misi, mestinya mendengarkan apa yang diinginkan dari mahasiswa, saya rasa tidak zamannya lagi membuat visi dan misi sendiri. Sebelum ingin berkuasa, pentingnya mendengarkan apa yang di teriakkan..!!”.
Masih segar dalam ingatan saya, ketika pemilihan BEM Fisip Unimal 2009 yang berlangsung sekitar bulan Juni lalu. Sejumlah pasangan kandidat, berlomba-lomba meyakinkan peserta kongres, untuk merebut kursi pengurus BEM Fisip Unimal Periode 2009-2010. Beragam janji pun di umbar. Layaknya pedagang di pasar yang menjajakan dagangannya. Jangan harap bakal ada yang jujur, untuk memberitahukan kepada pembeli tentang beberapa kekurangan yang ada, pada barang miliknya. Yang ada mereka berusaha menutupi kekurangan itu.
Kini setelah hari pemilihan itu berlangsung, semua terbuka sudah. Janji mereka hanya menjadi angin lalu bagi kemajuan BEM Fisip Unimal. Sibuk dengan urusan masing-masing dan BEM Fisip Unimal tetap tanpa adanya perubahan yang berarti.
Dan awal Maret 2011 ini adalah permulaan untuk “promosi” naiknya sejumlah orang, yang mereka sebut akan mengaspirasikan suara mahasiswa di Fakultas Fisip. Ya, itulah calon-calon dari ketua dan wakil BEM Fisip di Universitas Malikussaleh periode 2011-2012. Pengharapan untuk memimpin kampus sangatlah mengebu-gebu. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kepimimpinan itu harus menjadi miliknya? Atau hanya ingin duduk di kursi yang penuh pemujaan itu?
Tak sedikit dari mereka yang tidak bersungguh-sungguh menyuarakan aspirasi mahasiswa. Jika sudah menang, bangga dengan embel-embel nama sebagai “Ketua BEM FISIP”. Tanpa tau tugas utama itu apa.
Saya sendiri merasa malu pernah duduk di kursi anggota BEM Fisip periode 2009-2010. Karena apa? Ya, saya mendukung salah satu paket yang ketika itu menang. Dan dikarenakan saya memiliki banyak teman pada saat itu, akhirnya saya pun dimasukkan di salah satu bidang dalam fraksi BEM itu. Tanpa pernah mengikuti rapat, dan tanpa tau siapa ketua yang membidangi bagian saya. Intinya ketika itu saya hanya “Numpang Nama”. Teman saya Yeyen pun, berkata, “kita ngapain ya disini ( Lingkungan BEM ), rapat aja ga pernah ikut, malu-maluin aja ya”.
Visi dan Misi terabaikan
Bicara visi dan misi dari setiap calon, intinya hanya akan berusaha menyuarakan aspirasi mahasiswa. Mereka hanya bisa membuat janji-janji yang tidak terealisasi. Berbicara perubahan, tapi tidak bisa menjalankan, hanya kestagnasian yang terlihat.
Jadi apa sesungguhnya visi dan misi mereka? Ketika saya berada di tengah-tengah mereka, ada salah satu misi yang ingin mereka jalankan. Yaitu membuat kotak suara bagi Mahasiswa Fisip. Aneh beserta lucu, sepetak kotak pun tak terlihat berada di tengah-tengah kota Fisip. Bagaimana bisa suara mahasiswa lain terealisasikan.
Jika ditanyakan, jawaban yang enak didengar pastinya akan muncul. Dengan alasan, kami kan juga manusia yang tidak sempurna, jadi mohon maaf atas segala ketidaksempurnaan. Saya mendengarkan kata-kata ini ketika mengikuti rapat LPJ ( Laporan Pertanggung Jawaban) BEM FISIP dan DPM FISIP. Mereka katakan, mereka pergi studi banding ke pulau seberang. Apa yang dibawa? Sekedar membagi pengalaman saja tak tampak. Dan mungkin hal yang serupa pun akan terulang dalam periode kali ini. Kapan hadirnya calon-calon yang benar-benar mengaspirasikan suara mahasiswa, kita sendiri yang menentukan.
Musim “promosi”
Coba anda membuka Facebook anda saat ini? Apa yang terlihat? Tidak sedikit bukan, yang membuat group-group dengan judul “ Mari Mendukung …..”. Semua mahasiswa yang mereka kenal ataupun tidak, dijadikan anggota dalam group tersebut.
Tujuannya apa? Selain promosi untuk menang, mereka juga tak ayalnya seperti orang-orang yang haus akan kedudukan. Berbagai cara dilakukan untuk menarik simpati mahasiswa. Membanggakan diri dengan foto-foto diberbagai kegiatan sosialisasi.
Dan disitulah perlahan-lahan Black Campain pun di luncurkan, saling mengejek satu kubu dan kubu lain. Mengatakan hal-hal yang tidak sepantasnya. Apakah ini memang jalan untuk menuju kekuasaan itu?. Menjalankan suatu propaganda dengan baik, belum terlihat dari para calon-calon ketua dan wakil BEM saat ini.
Harusnya didengarkan
Mereka yang akan berlaga di event itu, setidaknya orang-orang yang peka terhadap lingkungan kampusnya. Pintar, kritis, punya motivasi, punya mimpi dan cekatan. Visi dan misi, mestinya mendengarkan apa yang di inginkan dari mahasiswa, saya rasa tidak zamannya lagi membuat visi dan misi sendiri. Sebelum ingin berkuasa, pentingnya mendengarkan apa yang di teriakkan.
Saya jadi ingat, ketika saya mengikuti mata kuliah Komunikasi Politik, seorang Dosen Komunikasi Politik, Bpk Anismar mengatakan. “Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mau mendengarkan opini dan memiliki cara pandang yang bagus tentang opini”.
Mahasiswa di harapkan tidak terikat pada kata “ pertemanan ” ketika ia memiliki hak memilih mana yang menurut ia layak menjadi pemimpin kampus. Banyak sekarang yang saya dengar, “kita pilih saja dia, siapa lain kawan kita”. Mereka berkata seakan-akan yang lainnya musuh.
Jangan ada lagi kata-kata, “Aku pilih kamu, tapi masukkan aku sebagai salah satu anggota BEM ya..”. Apa tujuannya masuk ke BEM itu pun belum tentu ia paham, hanya ingin ikut terlibat dalam berbagai kegiatan kampus. Tanpa ada membuat suatu gagasan atau ide-ide yang membangun.
Kesadaran mahasiswa pun ikut mengambil andil dalam setiap kegiatan di Kampus. Kita yang betul-betul bersatu, untuk menutupi kekurangan yang ada, supaya hasilnya tampak sempurna. Kita harus menjadi mahasiswa yang kritis dalam menyikapi setiap permasalahan, tapi tidak untuk kritis dengan mereka-mereka yang punya “kedudukan” di atas, karena kita akan dianggap sebagai “pemberontak” kampus.

“ Ketika jalan fikiranku sederhana, “mereka” mengatakan itu kritis..!”
“ Ketika jalan fikiranku kritis, “mereka” mengatakan itu anarkis!”
Anehnya para pemimpin di Kampus ku…
Ratna FP, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Fisip, Universitas Malikussaleh.

4 komentar:

  1. luar biasa tulisannya,abg saja ga bisa buat seperti itu,ab posting buat kawan2 di FB ya,karena itu penting dibaca oleh kawan2 lainnya di FISIP.
    :)

    BalasHapus
  2. Realita kekinian yg nyata dikampus itu..
    aku pernah singgah disana dalam waktu yg relatif lama.
    Teruslah menulis untuk sebuah kerja 'pengabadian'
    Semoga catatan2 tersebut menjadi kisah klasik yg indah untuk dikenang suatu saat kelak

    BalasHapus
  3. pak refki.. trims ya.. di tunggu aja kejutan selanjutnya..
    :)

    BalasHapus
  4. b andri.. amin, terima kasih banyak b'..atas motivasinya!

    BalasHapus