New Posting

Rabu, 01 Juni 2011

opini :)

KKN atau Koh-Koh Naleung ?
Oleh
Ratna F. Pradipta
Setiap akhir daripada perkuliahan di Universitas apapun, tidak lepas dengan kegiatan program KKN. Tujuannya apa? Program KKN itu sendiri memiliki kepanjangan Kuliah Kerja Nyata. Bagi setiap mahasiswa/i yang mengambil semester akhir, KKN ini wajib mereka ikuti sebagai akhir dari perkuliahan mereka. Namun bagaimana jika KKN diartikan lain? Saya sendiri tidak bermaksud menghilangkan arti sebenarnya dari KKN itu sendiri, tapi istilah Koh-Koh Naleung ( potong-potong rumput ) sering saya dengar dari mereka yang menjalankan program KKN pada waktu itu.
Senin, 23 Mei 2011. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, Lhokseumawe. Saya melihat banyak mahasiswa/i yang menggunakan almamater mereka, mereka pun sibuk membersihkan setiap ruangan kampus, bahkan sampai di halaman luar kampus. Dan ternyata mereka baru saja dilepas oleh rektor dari Universitas Malikussaleh untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata ( KKN ). Tetapi apakah ini yang dinamakan dengan KKN? Saya terheran-heran. Kenapa baru kali ini saya melihat KKN di laksanakan di wilayah Kampus? Bukannya KKN itu anggotanya disebarkan di pelosok-pelosok pedesaan? Saya terus berfikir.
Koh-Koh Naleung
Dengan tema “Green Campus” saya memang melihat semangat yang begitu besar dari para peserta KKN. Mereka begitu antusias dalam membersihkan semak belukar yang ada di Kampus Universitas Malikussaleh. Maklum saja dengan keadaan kampus yang baru saya tempati ini. Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, dulunya adalah perumahan dari perusahaan Exxon Mobile. Yang sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini tidak ada yang menempati. Jadi keadaan semak belukarnya pun tumbuh dengan intensitas yang tinggi, akibat dari tidak ada penghuni.
Ketika saya memperhatikan mereka yang sedang membabat semua rumput-rumput liar itu, saya berfikir, “kok seperti kuli dikampus sendiri ya?”. “Apa kampus ini tidak memiliki anggaran khusus, untuk membersihkan dan memperindah keadaannya?”. Aneh memang, mengapa ketika ada Program seperti KKN ini baru pihak kampus menyeru-nyerukan Program “Green Campus”?.
Ketika saya asyik memperhatikan mereka memotong-motong rumput, teman saya menghampiri saya dan berkata “ nye hai, ka koh-koh naleung, kheun KKN nyan yang beutoi!”. Saya pun hanya tersenyum mendengarkan teman saya berkomentar seperti itu.
Apa itu KKN?
Kuliah Kerja Nyata itulah kepanjangan dari KKN. Secara fundamental kegiatan KKN itu bertujuan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena melalui KKN tersebut kita dapat melaksanakan poin tentang pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Pengabdian dalam masyarakat, sebatas yang saya pahami adalah bagaimana kita sendiri bisa ikut berkontribusi langsung di dalam masyarakat tersebut. Mahasiswa diberi kesempatan belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum dalam berkarya. Dengan adanya berbagai kegiatan di desa juga menjadi salah satu berjalannya aktivitas KKN. Tetapi apakah mungkin dan apakah bisa KKN tersebut hanya melakukan kegiatan penghijauan di Kampus? Tanpa berkecimpung langsung dengan anggota masyarakat?
Kembali Ke Dasarnya Saja
Saya mengambil kesimpulan salah satu factor dijalankannya program KKN di Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah, adalah inginnya terjadi suatu perombakkan yang luar biasa, terhadap suasana lingkungan kampus. Yang saya rasa sudah seperti hutan belantara. Tetapi alangkah baiknya tidak membebani mahasiswa dengan bungkus-bungkus program KKN. Dan keluarkanlah anggaran yang bisa memperindah kampus ini. Biarkan KKN itu tetap pada arti sesungguhnya, memangnya ada yang ingin KKN itu menjadi Koh-Koh Naleung?
Ratna FP, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Fisip, Universitas Malikussaleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar