Ketidaksempurnaan Tak Selamanya Tidak Sempurna
Setiap harinya Lukman hanya menggunakan tongkatnya yang lusuh untuk berjalan. Lukman tidak pantang menyerah dengan keadaan yang tidak sempurna yang dialaminya. Tidak perlu bermalas-malasan dengan kondisinya yang seperti ini. Lukman punya semangat yang luar biasa untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Lukman bekerja sehari-hari nya sebagai pemulung barang-barang bekas. Kakinya yang cacat tidak mematahkan semangatnya mencari nafkah. Di tengah teriknya matahari, lukman selalu berkeliling di kampung-kampung dekat dengan rumahnya. Jalan Purnawirawan, Simpang Empat, Lhokseumawe, Aceh. Banyak anak-anak yang kehidupannya tidak mampu di dekat rumahnya, yang diajak Lukman mencari barang bekas, tapi dengan syarat harus sepulang dari sekolah. Dan mendapatkan izin dari orang tua si anak.
Melihat kegigihan Lukman yang bekerja keras di tengah teriknya matahari. Membuat banyak warga di sekitar di dekat rumahnya, kagum dengan apa yang di lakukan Lukman. Menurut salah seorang warga yaitu Salahudin (40) mengatakan, “Lukman orang yang pantang menyerah, dia tidak mau meminta-minta seperti kebanyakkan orang-orang cacat pada umumnya. Yang saya lihat dia selalu punya tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya.” Ujar Salahudin (31/5).
Kaki Lukman tidak sempurna, kaki sebelah kanannya tidak terbentuk dengan wajar. Layaknya bola kecil yang ada di kaki sebelah kanan Lukman. Dan ketidaksempurnaan ini yang membuat Lukman berjalan tidak sempurna. Uci sang istri selalu setia menemani suaminya. Sudah 17 tahun mereka membina rumah tangga. Uci juga mengalami cacat di matanya.
Sehingga penglihatannya tidak sempurna. Walaupun begitu, Uci tidak mau bermalas-malasan dirumah, Uci pun ikut membantu suaminya. Dan dari pernikahan mereka, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Habibi. Yang sekarang duduk di sekolah menengah atas ( SMA ). Habibi pun memiliki cacat di mata nya, sehingga ketika dia melihat orang, harus menadahkan tinggi-tinggi wajahnya. Habibi pun sangat sering membantu ayahnya ketika harus mencari barang-barang bekas dan dijual kembali ke agen-agen barang bekas.
Kini, sekian lama bergelut di dunia pencarian barang bekas. Lukman merasakan hal yang lebih sempurna di hidupnya. Lukman sukses menjadi seorang agen distributor barang-barang bekas. Berkat kegigihannya dan rajinnya Lukman menyisihkan sedikit rezekinya untuk di tabung. Sekarang Lukman hanya berada dirumah, tidak sedikit mobil-mobil truk besar pengangkut barang bekas berdatangan ke rumahnya. Untuk mengangkut barang-barang bekas tersebut.
“Saya memang tidak sempurna. Tapi saya rasa ketidaksempurnaan ini, tidak selamanya tidak sempurna. Alhamdullillah Allah SWT masih sayang sama saya, juga keluarga saya. Walaupun cacat, saya tidak mau bermalas-malasan dan hanya mengharap belas kasihan orang lain.” ucap Lukman sembari tersenyum walaupun lelah di wajahnya tak terbendung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar